Masa depan Xabi Alonso kembali menjadi perbincangan hangat setelah ia dilaporkan menolak tawaran dari Olympique de Marseille. Menurut laporan media Prancis, ia menilai situasi internal klub tersebut kurang stabil dan tidak sesuai dengan proyek jangka panjang yang diinginkannya. Keputusan ini menunjukkan bahwa Alonso tidak ingin terburu-buru dalam menentukan langkah karier berikutnya.

Penolakan tersebut memicu spekulasi baru di Eropa. Pasar pelatih pada 2026 diprediksi akan sangat sibuk, dengan sejumlah klub besar seperti Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur dikabarkan mempertimbangkan perubahan di kursi manajer. Alonso tentu menjadi salah satu nama paling menarik di daftar incaran.
Dengan reputasi dan gaya kepelatihannya yang modern, Alonso diyakini hanya akan menerima proyek yang jelas dan ambisius. Keputusan menolak Marseille justru memperkuat dugaan bahwa ia sedang menunggu tawaran dari klub yang lebih besar dan lebih stabil secara manajemen.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Situasi Arne Slot yang Semakin Panas
Di tengah dinamika tersebut, posisi Arne Slot di Liverpool mulai menjadi sorotan. The Reds saat ini berada di posisi keenam klasemen Liga Inggris dan terancam gagal lolos ke Liga Champions. Kondisi ini tentu meningkatkan tekanan terhadap pelatih asal Belanda tersebut.
Slot hanya menyisakan satu tahun kontrak pada musim panas nanti. Jika tidak ada perpanjangan kontrak dalam waktu dekat, ketidakpastian ini bisa memengaruhi stabilitas tim. Klub juga akan kesulitan meyakinkan pemain baru untuk bergabung jika masa depan pelatih belum jelas.
Pemilik klub, Fenway Sports Group, kemungkinan harus mengambil keputusan tegas jika Liverpool gagal mencapai target musim ini. Terlebih, skuad telah diperkuat dengan belanja besar pada musim panas sebelumnya, sehingga ekspektasi publik sangat tinggi.
Baca Juga: Sassuolo Bangkit, Raih Kemenangan Dramatis atas Udinese!
Investasi Besar dan Tekanan Hasil

Liverpool menghabiskan sekitar 450 juta pound untuk memperkuat tim pada musim panas 2025. Dengan investasi sebesar itu, wajar jika manajemen dan suporter menuntut hasil maksimal. Namun, performa tim sepanjang musim dinilai belum cukup konsisten untuk membenarkan pengeluaran tersebut.
Sebagian pendukung masih mengingat keberhasilan Slot membawa Liverpool menjuarai Liga Inggris 2024/2025. Namun, banyak yang menilai kesuksesan itu juga sangat dipengaruhi oleh performa luar biasa Mohamed Salah yang tampil fenomenal saat itu.
Kini, ketika kontribusi Salah mulai menurun secara alami, Slot dituntut membuktikan bahwa ia mampu membangun sistem yang tidak bergantung pada satu pemain saja. Tanpa konsistensi performa, tekanan untuk melakukan perubahan di kursi pelatih akan semakin kuat.
Alonso Jadi Ancaman Nyata bagi Slot
Penolakan Alonso terhadap Marseille bisa menjadi sinyal bahaya bagi Slot. Jika sang pelatih asal Spanyol memang menunggu proyek yang lebih menjanjikan, Liverpool tentu masuk dalam kategori tersebut. Klub dengan sejarah besar dan ambisi tinggi seperti The Reds akan sangat menarik bagi Alonso.
Jika Liverpool gagal lolos ke Liga Champions, peluang pergantian pelatih semakin terbuka. Manajemen mungkin melihat Alonso sebagai figur yang mampu membawa energi baru dan arah taktis yang berbeda untuk membangkitkan tim.
Bagi Slot, sisa musim ini menjadi penentu kariernya di Anfield. Cara terbaik menyelamatkan posisinya adalah dengan membawa Liverpool finis kuat dan bersaing di kompetisi Eropa. Jika gagal, bukan tidak mungkin kursinya benar-benar akan diambil oleh sosok seperti Xabi Alonso. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita bola menarik lainnya di footballformguide.net.
