Trent Alexander-Arnold Kembali Dikritik Meski Real Madrid Menang

Bagikan

Bek kanan Real Madrid, Trent Alexander-Arnold, kembali menjadi sorotan media Spanyol setelah penampilannya menghadapi Celta Vigo. Meski Los Blancos menang 2-1, fokus kritik tertuju pada performa bertahannya yang dianggap kurang meyakinkan.

Trent Alexander-Arnold Kembali Dikritik Meski Real Madrid Menang
Alexander-Arnold sempat memberi assist penting untuk gol pembuka Aurelien Tchouameni dan menciptakan peluang emas bagi Vinicius Junior, meski tembakan pemain Brasil itu membentur tiang. Namun, kontribusi positifnya di lini serang tidak menutupi kelemahan dalam bertahan.

tebak skor hadiah pulsa 100k  

Banyak jurnalis Spanyol menilai bek Inggris itu terlihat “tersesat” terutama saat Celta Vigo berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Borja Iglesias. Situasi tersebut memunculkan kritik tajam terhadap kemampuan bertahannya yang dianggap rapuh.

AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!

aplikasi shotsgoal  

Gol Balasan Celta Ungkap Kelemahan

Gol penyama kedudukan Celta Vigo bermula dari umpan panjang yang mengekspos sisi pertahanan Alexander-Arnold. Pemain Celta memanfaatkan kelemahan bek kanan Madrid dan berhasil menciptakan peluang emas yang berujung gol.

Jose Maria Rodriguez dari Marca menilai Celta tahu betul cara melukai sisi kanan pertahanan Madrid. Ia menyebut Alexander-Arnold sebagai “bek paling tidak berorientasi bertahan di La Liga” karena gagal menutup ruang dan kalah duel lari.

Penilaian serupa disampaikan Jose Luis Calderon, yang menyoroti kontras kontribusi Alexander-Arnold antara menyerang dan bertahan. Ia menyebut sang bek “memberikan hadiah gol” dengan kelemahannya di belakang meski mampu menciptakan peluang menyerang.

Baca Juga: Idola Baru Arsenal Curhat Soal Beratnya Hidup di London

Kontras Performa Menyerang dan Bertahan

Trent Alexander-Arnold Kembali Dikritik Meski Real Madrid Menang
Alexander-Arnold mendapat kritik pedas karena ketidakseimbangan antara kemampuan menyerang dan bertahan. Saat memegang bola, ia mampu memberikan umpan akurat dan peluang bagi rekan setim, tetapi saat kehilangan bola, posisinya sering salah dan rentan dieksploitasi lawan.

Media Spanyol memberi nilai rendah pada performa sang bek, hanya 4 di babak pertama dan sedikit naik menjadi 5 di babak kedua. Meskipun demikian, kontribusinya dalam menyerang tetap diakui, terutama dalam menciptakan situasi satu lawan satu bagi Vinicius Junior.

Kritik ini menekankan perlunya Alexander-Arnold meningkatkan konsistensi bertahan, terutama menghadapi tim yang mampu memanfaatkan ruang di sisi kanan pertahanan Real Madrid. Kontras ini menjadi sorotan utama para analis dan jurnalis di Spanyol.

Ada Pembelaan Alexander-Arnold

Di tengah kritik tajam, ada suara yang membela Alexander-Arnold. Juan Ignacio Garcia-Ochoa dari Marca menyatakan bahwa gaya bermain sang bek memang selalu kuat dalam menyerang tetapi tidak menonjol dalam bertahan.

Ia bahkan mengutip mantan pelatih Jurgen Klopp, yang pernah mengatakan bahwa Alexander-Arnold tidak dirancang untuk bertahan. Garcia-Ochoa menegaskan bahwa kekuatan utama pemain Inggris ini adalah maju ke depan dan memberikan distribusi bola yang akurat.

Pembelaan ini juga menyoroti bahwa kesalahan bertahan bukan sepenuhnya salah Alexander-Arnold. Menurutnya, penggemar Madrid sebaiknya memahami karakter pemain dan menyalahkan keputusan klub jika ingin menuntut perbaikan, bukan semata-mata menuding sang bek. Simak dan ikuti terus informasi sepak bola terbaru secara lengkap hanya di footballformguide.net.