Raheem Sterling resmi bergabung dengan Feyenoord hingga akhir musim 2025-26 setelah menyetujui pemutusan kontrak dengan Chelsea bulan lalu. Pemain berusia 31 tahun itu memutuskan untuk mencari tantangan baru di luar Inggris setelah merasa tidak lagi dibutuhkan di Stamford Bridge.

Sterling menjadi pemain bebas transfer untuk pertama kalinya dalam waktu lama, sehingga ia bisa menentukan sendiri langkah berikutnya dalam kariernya. Ia menegaskan bahwa keputusan pindah ke Feyenoord didasari oleh peluang untuk berperan penting dalam skuad dan membuktikan kemampuan di kompetisi baru.
Dalam pernyataannya, Sterling mengatakan bahwa setelah berdiskusi panjang dengan pelatih Robin van Persie, ia yakin Feyenoord adalah klub yang tepat untuk menghidupkan kembali kariernya. Ia mengaku bersemangat menghadapi pengalaman bermain di luar negeri dan siap memberikan kontribusi nyata bagi tim.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Proses Negosiasi dan Pilihan Karier Sterling
Sterling memiliki sisa kontrak 18 bulan di Chelsea, tetapi ia menegosiasikan transfer permanen agar bisa bermain secara reguler. Selama beberapa bulan terakhir, ia berlatih terpisah dari tim utama dan belum tampil dalam pertandingan kompetitif sejak Mei, sehingga kepindahan ini menjadi kesempatan untuk kembali ke performa terbaiknya.
Menurut sumber, sebanyak 18 klub dari empat liga top Eropa tertarik pada Sterling. Namun, pemain Inggris itu memilih Feyenoord karena peluang lolos Liga Champions dan hubungan baik dengan Van Persie. Keputusan ini menunjukkan bahwa Sterling mempertimbangkan aspek profesional dan peluang berkembang secara matang.
Sterling menyatakan bahwa ia ingin memahami peran yang diharapkan darinya sebelum bergabung, memastikan kontribusinya bisa maksimal bagi tim. Pilihan ini menunjukkan kedewasaan karier dan fokus pada pencapaian target tim di paruh kedua musim.
Baca Juga: Ajax Berencana Pinjam Zinchenko untuk Memperkuat Lini Belakang
Rekam Jejak dan Prestasi Sterling

Sterling memiliki pengalaman luas di Premier League dan tim nasional Inggris. Ia telah mencatat 82 penampilan untuk Inggris, memenangkan empat gelar Premier League, satu Piala FA, dan empat Piala Liga. Kariernya mencakup periode di Liverpool, Manchester City, dan Arsenal sebelum bergabung dengan Chelsea.
Prestasinya ini menjadikan Sterling pemain dengan kualitas yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Van Persie menyebut Sterling sebagai pemain berkaliber tinggi yang bisa memberikan dampak instan bagi Feyenoord, khususnya dalam persaingan Eredivisie dan target klub di paruh kedua musim.
Selain prestasi individu, pengalaman internasional Sterling akan menjadi aset bagi Feyenoord dalam menghadapi tekanan dan target besar. Kehadirannya juga menambah pengalaman dan mental juara bagi skuad yang saat ini menempati posisi kedua klasemen.
Tantangan dan Harapan di Paruh Kedua Musim
Feyenoord saat ini berada di posisi kedua Eredivisie, tertinggal 17 poin dari PSV Eindhoven. Kehadiran Sterling diharapkan bisa memperkuat lini serang, menambah kreativitas, dan membantu mengejar ketertinggalan poin dalam sisa musim.
Van Persie menekankan bahwa Sterling akan menjadi tambahan berharga bagi tim, terutama saat menargetkan kemenangan di setiap pertandingan penting. Kombinasi pengalaman, kualitas, dan motivasi tinggi Sterling menjadi modal utama untuk mendukung ambisi Feyenoord.
Bagi Sterling, ini adalah kesempatan untuk membuktikan diri kembali di level kompetitif, menghadapi tantangan baru di Eredivisie, dan memberikan kontribusi signifikan bagi klub serta penggemar. Paruh kedua musim 2025-26 menjadi momen krusial bagi karier dan prestasi tim secara bersamaan. Simak terus pembahasan sepak bola terupdate lainnya hanya di footballformguide.net.
