Celtic kembali menelan hasil mengecewakan setelah tersungkur 1-3 dari Rangers dalam laga Old Firm yang sarat gengsi di Parkhead. Kekalahan ini semakin memperpanjang periode sulit bagi pasukan Wilfried Nancy, yang kini hanya meraih dua kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Tekanan terhadap pelatih asal Prancis itu pun semakin besar. Banyak pendukung Celtic mulai mempertanyakan arah tim dan menuntut perubahan, bahkan menyerukan pemecatan Nancy. Hasil buruk di laga sepenting ini membuat kekecewaan suporter memuncak.
Meski demikian, Nancy tetap mencoba bersikap tenang. Ia menilai hasil akhir tidak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan, terutama melihat performa timnya di babak pertama yang dinilai cukup menjanjikan.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Awal Menjanjikan, Babak Kedua Jadi Titik Balik
Celtic sebenarnya memulai laga dengan cukup baik. Gol Yang Hyun-jun pada menit ke-20 membuat tuan rumah unggul dan memberi harapan besar kepada para pendukung yang memadati stadion. Bahkan sebelum turun minum, Celtic memiliki beberapa peluang untuk memperbesar keunggulan.
Namun segalanya berubah drastis di babak kedua. Rangers tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Celtic. Youssef Chermiti mencetak dua gol cepat yang membalikkan keadaan dan meruntuhkan kepercayaan diri tuan rumah.
Petaka bagi Celtic semakin lengkap ketika Mikey Moore mencetak gol ketiga pada menit ke-71. Gol tersebut membuat Parkhead terdiam dan memastikan Rangers pulang dengan kemenangan penting yang juga berdampak besar pada posisi klasemen.
Baca Juga: Real Madrid dan Manchester United Berebut Tandatangani Christos Mouzakitis
Pembelaan Nancy dan Pemahaman terhadap Suporter

Usai pertandingan, Wilfried Nancy mengakui hasil akhir adalah kenyataan pahit yang harus diterima. Namun ia menegaskan dirinya bukan sosok pesimis dan merasa timnya sangat dekat untuk membalikkan keadaan dalam beberapa laga terakhir.
Nancy juga menyatakan memahami kekecewaan para suporter. Menurutnya, dukungan di babak pertama sangat luar biasa karena para penggemar melihat usaha dan intensitas para pemain, baik saat menguasai bola maupun ketika bertahan.
Ia menilai kemarahan suporter muncul karena Celtic sebenarnya memiliki cukup banyak peluang untuk memenangkan pertandingan. Namun kegagalan memanfaatkan momen krusial dan kesalahan detail kembali menjadi masalah utama.
Keyakinan Tetap Ada di Tengah Kritik
Meski tekanan semakin besar, Nancy masih yakin Celtic tetap kandidat juara. Ia merasa telah melihat cukup banyak kualitas dalam skuadnya yang menunjukkan potensi besar, terutama pada momen-momen tertentu dalam pertandingan.
Menurut Nancy, level permainan Celtic di beberapa fase laga sangat tinggi. Masalah utama bukan pada pendekatan atau mentalitas, melainkan pada detail kecil yang kerap berujung pada kebobolan gol yang tidak perlu.
Ia menegaskan fokus tim ke depan adalah memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Nancy percaya, jika Celtic mampu tampil konsisten selama 90 menit penuh, titik balik yang selama ini dinantikan akan segera datang dan mengubah arah musim mereka. Nantikan terus kabar terbaru seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footballformguide.net.
